Skip to Content
Loading...
Bina Amal
Bina Amal
Online
Assalamualaikum... 👋
Ada yang bisa dibantu?

You Are MY HOME

 

You Are MY HOME

 

Hawa dingin menderu, menyapa pagi yang baru saja datang. Aspal basah, meninggalkan bekas hujan yang baru saja turun beberapa menit yang lalu. Cahaya matahari pagi melewati celah kamar yang berwarna Rich Navy  dan menyinari muka seorang wanita yang masih tertidur pulas. Tubuhnya masih diselimuti oleh mukena hitamnya, ia rela bangun pagi-pagi hanya untuk shalat tahajud dan mandi gasik.

Ckreak… Suara pintu terdengar seperti dibuka.

“Nessa… Ayok bangun… Siap-siap dulu.” Terdengar suara lembut memanggil namanya.

Nessa perlahan mulai membuka matanya, ia melihat sekitar dengan teliti lalu menangkap sosok seseorang yang menyayanginya dan melahirkannya dengan susah payah.

“Uh…. Sekarang jam berapa mah?” Tanya Nessa sembari mengambil botol minumnya yang ia letakkan dimeja sebelah kasurnya.

“Jam 6 kurang,ayok siap-siap. Mamah udah masak sarapan.”  Ucap mamahnya itu sembari melangkah menuju pintu kamar Nessa “Yang cepet ya siap-siapnya…”

 

Nessa menatap dirinya yang menggunakan jilbab putih didalam cermin kamarnya.

“Wahhh, Cantik banget jilbab baru dari mamah….” Ucap Nessa mengagumi jilbab yang ia kenakan.

Ia mengambil ranselnya yang terletak disebelah ranajangnya yang ditutupi oleh sprei soft whitenya, Nessa segera menuruni anak tangga dengan langkah yang cukup cepat membuat suara langkah kakinya terdengar.

“Nessa! Jangan lari-lari nak!” Suara mamahnya terdengar dari arah dapur rumahnya yang berada dilantai bawah rumahnya.

Nessa menyeringai dan langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama ayah dan mamahnya.

 

Lima menit kemudian, Nessa dan keluarganya sudah menyelesaikan sarapan mereka masing-masing. Nessa segera mengenakan sepatunya yang berwarna hitam karena hari ini akan ada upacara bendera.

“Mah, Nessa pamit ya…” Pamit Nessa sembari mencium punggung tangan mamahnya.

“Iya, baik-baik ya disekolah….” Mamahnya mengelus kepala anaknya itu.

“Eee…. Mamah nggak mau ngasih aku uang saku?” Nessa mengangkat kepalanya sembari tersenyum.

Mamahnya menghela nafas dan mengambil uang sebanyak Rp 10.000,00. Nessa menerima uang saku dari mamahnya dan mengucapkan terimakasih kepada mamahnya. Nessa segera keluar dari rumahnya, mobil Suzuki hitam ayahnya, sudah menunggu didepan pagar rumah nya yang dilapisi dengan cat putih.

 

 

****

 

Nessa melangkah memasuki gerbang sekolahnya dengan langkah gembira.

Hari ini, ia akan menjadi petugas upacara yang bertugas untuk mengibarkan bendera sang merah putih yang akan berdiri gagah diatas tiangnya. Nessa langsung menuju kelasnya yang berada dilantai dua sekolahnya, tanpa basa basi lagi Nessa langsung menuju lapangan upacara sekolahnya. Ia sudah siap dengan topi merah dikepalanya.

“Nessa, ingat ya. Dari kaki kiri.”  Vera, temannya memperingati.

“Iya Ver….” Jawab Nessa dengan muak.

Sudah beberapa kali Vera mengingatkan Nessa agar langkah tegak maju dan jalan ditempat menggunakan kaki kiri terlebih dahulu.

“Ihh…. Ini itu biar kamu ingat.”   Vera mencubit lengan Nessa

“Aduh-aduh! Iya-iyaaa”  Nessa menyingkirkan tangan Vera yang masih mencubit lengannya.

 

Upacara pun siap dimulai. Semua murid kelas 5B sudah siap menjalani tugas-tugas mereka masing. Nessa memegang bendera dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia takut akan salah kaki saat melangkah atau jalan ditempat tidak menggunakan kaki kiri terlebih dahulu. Tapi, akhirnya ia berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar. Setelah upacara, bu Nifa -Wali kelas 5B- Membelikan es teh untuk seluruh murid kelas 5B.

“Huaaaa! Capek banget!” Seru Vera sambil meminum es tehnya.

“Ihh! Jangan teriak-teriak dong Ver! Berisik tau.” Avisha menepuk punggung Vera.

“Hehe…. Maaf Vish…”

Sepuluh menit kemudian, Jam istirahat akhirnya tiba. Semua murid segera keluar dari kelas mereka masing-masing setelah guru mapel menutup pembelajaran.

“Eh, katanya. Hari ini kita pulang cepat loh… Soalnya guru-guru pada rapat.”  Seru Vera memberitau satu kelas.

Semua murid kelas 5B berseru senang. Beberapa murid mulai mengemasi barang-barang mereka dan bersiap pulang sekolah.

“Sikap be-”

“Eh,eh,eh…. Kok udah sikap berdoa aja. Kalian mau pulang? Nanti. Ibu akan mengasih kalian tugas untuk dikerjakan dirumah.” Bu Nifa mencegah murid-muridnya.

Murid-murid mulai mengeluh, namun mereka hanya menuruti perintah bu Nifa. Setelah mencatat tugas di buku tulis mereka, bu Nifa langsung memerintahkan murid-murid untuk berkemas, berdoa, dan pulang.

“Ibu sudah memberitaukan kepada orang tua kalian kalo kalian hari ini pulang cepat. Jangan lupa tugasnya dikerjakan. Hari Kamis sudah harus dikumpulkan.”

 

****

 

“Assalamualaikum! Mamah, Nessa pulangggg” Seru Nessa sesampainya dirumah.

Ia langsung menuju kamarnya dan mengganti seragamnya menjadi baju rumahnya yang bergambar bunga tulip yang berada di ujung baju tersebut. Nessa segera menuruni anak tangga untuk makan siang bersama mamahnya.

“Mamah, makan siangnya apa?....” Nessa menuju meja makan dan duduk ditempatnya.

“Siang ini kita makan sayur bayam sama ayam goreng. Ayok cepat dimakan. Keburu dingin sayurnya. Setelah makan langsung tidur siang.” Ucap mamahnya.

Nessa mengangguk mengerti dan langsung mengambil nasi, sayur bayam, dan ayam goreng yang masih panas. Nessa melahap makanannya.

“Hmm…. Mamah yang terbaik!” Seru Nessa saat selesai mengunyah makanannya.

Mamahnya hanya tertawa kecil mendengar ucapan anaknya sendiri. Setelah Nessa makan, Nessa menaruh piringnya di wastafel untuk mencuci piring kotor. Ia lalu pamit kepada mamahnya untuk masuk kamar dan tidur siang, Nessa menutup pintu kamarnya dan loncat keatas kasurnya. Namun sebelum ia sempat menarik selimut ia memutuskan untuk menulis diary tentang kegiatannya hari ini yang cukup menyenangkan.

 

Halo Diary, hari ini, rasanya sangat menyenangkan. Aku menjadi petugas upacara dan semuanya berjalan lancar. Satu kelasku dibelikan es teh oleh bu Nifa. Sekolahku pulang cepat karena semua guru ada rapat dadakan. Dan banyak sekali kegiatan seru dikelas. Bahkan, aku dimasakkan oleh mamah makanan yang sangat kusuka! Terimakasih mamah,papah,teman-teman, dan guru-guru tercintaku. Karen selalu bersikap baik kepadaku dan sabar dengan sifatku yang cukup ngeselin.

YOU ARE MY HOME.

 

Nessa menutup buku diarynya, ia menarik selimutnya dan memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kecapean karena banyak sekali kegiatan yang dia lakukan selama seharian ini.

 

-END-

 



Ilustrasi oleh Gemini Ai

Penulis: Saffanah Rahiqatul Maktum

Sekolah: SMPIT Bina Amal

CP: 08-555-964-0657

Alamat: Semarang, Gajah Mungkur kec.Bendan Ngisor RT.01 RW.04 no.22

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?