- Diposting oleh : Humas Bina Amal
- pada tanggal : Oktober 14, 2026
You Are MY HOME
Hawa dingin menderu,
menyapa pagi yang baru saja datang. Aspal basah, meninggalkan bekas hujan yang
baru saja turun beberapa menit yang lalu. Cahaya matahari pagi melewati celah
kamar yang berwarna Rich Navy dan
menyinari muka seorang wanita yang masih tertidur pulas. Tubuhnya masih
diselimuti oleh mukena hitamnya, ia rela bangun pagi-pagi hanya untuk shalat
tahajud dan mandi gasik.
Ckreak… Suara pintu terdengar seperti dibuka.
“Nessa… Ayok bangun… Siap-siap dulu.” Terdengar suara lembut memanggil
namanya.
Nessa perlahan mulai membuka matanya, ia melihat sekitar dengan teliti
lalu menangkap sosok seseorang yang menyayanginya dan melahirkannya dengan
susah payah.
“Uh…. Sekarang jam berapa mah?” Tanya Nessa sembari mengambil botol
minumnya yang ia letakkan dimeja sebelah kasurnya.
“Jam 6 kurang,ayok siap-siap. Mamah udah masak sarapan.” Ucap mamahnya itu sembari melangkah menuju
pintu kamar Nessa “Yang cepet ya siap-siapnya…”
Nessa menatap dirinya yang menggunakan jilbab putih didalam cermin
kamarnya.
“Wahhh, Cantik banget jilbab baru dari mamah….” Ucap Nessa mengagumi
jilbab yang ia kenakan.
Ia mengambil ranselnya yang terletak disebelah ranajangnya yang
ditutupi oleh sprei soft whitenya, Nessa segera menuruni anak tangga
dengan langkah yang cukup cepat membuat suara langkah kakinya terdengar.
“Nessa! Jangan lari-lari nak!” Suara mamahnya terdengar dari arah dapur
rumahnya yang berada dilantai bawah rumahnya.
Nessa menyeringai dan langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama
ayah dan mamahnya.
Lima menit kemudian, Nessa dan keluarganya sudah menyelesaikan sarapan
mereka masing-masing. Nessa segera mengenakan sepatunya yang berwarna hitam
karena hari ini akan ada upacara bendera.
“Mah, Nessa pamit ya…” Pamit Nessa sembari mencium punggung tangan
mamahnya.
“Iya, baik-baik ya disekolah….” Mamahnya mengelus kepala anaknya itu.
“Eee…. Mamah nggak mau ngasih aku uang saku?” Nessa mengangkat
kepalanya sembari tersenyum.
Mamahnya menghela nafas dan mengambil uang sebanyak Rp 10.000,00. Nessa
menerima uang saku dari mamahnya dan mengucapkan terimakasih kepada mamahnya.
Nessa segera keluar dari rumahnya, mobil Suzuki hitam ayahnya, sudah menunggu
didepan pagar rumah nya yang dilapisi dengan cat putih.
****
Nessa melangkah memasuki
gerbang sekolahnya dengan langkah gembira.
Hari ini, ia akan menjadi petugas upacara yang bertugas untuk
mengibarkan bendera sang merah putih yang akan berdiri gagah diatas tiangnya.
Nessa langsung menuju kelasnya yang berada dilantai dua sekolahnya, tanpa basa
basi lagi Nessa langsung menuju lapangan upacara sekolahnya. Ia sudah siap
dengan topi merah dikepalanya.
“Nessa, ingat ya. Dari kaki kiri.”
Vera, temannya memperingati.
“Iya Ver….” Jawab Nessa dengan muak.
Sudah beberapa kali Vera mengingatkan Nessa agar langkah tegak maju dan
jalan ditempat menggunakan kaki kiri terlebih dahulu.
“Ihh…. Ini itu biar kamu ingat.”
Vera mencubit lengan Nessa
“Aduh-aduh! Iya-iyaaa” Nessa
menyingkirkan tangan Vera yang masih mencubit lengannya.
Upacara pun siap dimulai. Semua murid kelas 5B sudah siap menjalani
tugas-tugas mereka masing. Nessa memegang bendera dengan tangan yang sedikit
gemetar. Ia takut akan salah kaki saat melangkah atau jalan ditempat tidak
menggunakan kaki kiri terlebih dahulu. Tapi, akhirnya ia berhasil menyelesaikan
tugasnya dengan baik dan benar. Setelah upacara, bu Nifa -Wali kelas 5B-
Membelikan es teh untuk seluruh murid kelas 5B.
“Huaaaa! Capek banget!” Seru Vera sambil meminum es tehnya.
“Ihh! Jangan teriak-teriak dong Ver! Berisik tau.” Avisha menepuk
punggung Vera.
“Hehe…. Maaf Vish…”
Sepuluh menit kemudian, Jam istirahat akhirnya tiba. Semua murid segera
keluar dari kelas mereka masing-masing setelah guru mapel menutup pembelajaran.
“Eh, katanya. Hari ini kita pulang cepat loh… Soalnya guru-guru pada
rapat.” Seru Vera memberitau satu kelas.
Semua murid kelas 5B berseru senang. Beberapa murid mulai mengemasi
barang-barang mereka dan bersiap pulang sekolah.
“Sikap be-”
“Eh,eh,eh…. Kok udah sikap berdoa aja. Kalian mau pulang? Nanti. Ibu
akan mengasih kalian tugas untuk dikerjakan dirumah.” Bu Nifa mencegah
murid-muridnya.
Murid-murid mulai mengeluh, namun mereka hanya menuruti perintah bu
Nifa. Setelah mencatat tugas di buku tulis mereka, bu Nifa langsung
memerintahkan murid-murid untuk berkemas, berdoa, dan pulang.
“Ibu sudah memberitaukan kepada orang tua kalian kalo kalian hari ini
pulang cepat. Jangan lupa tugasnya dikerjakan. Hari Kamis sudah harus
dikumpulkan.”
****
“Assalamualaikum! Mamah, Nessa pulangggg” Seru Nessa sesampainya
dirumah.
Ia langsung menuju kamarnya dan mengganti seragamnya menjadi baju
rumahnya yang bergambar bunga tulip yang berada di ujung baju tersebut. Nessa
segera menuruni anak tangga untuk makan siang bersama mamahnya.
“Mamah, makan siangnya apa?....” Nessa menuju meja makan dan duduk
ditempatnya.
“Siang ini kita makan sayur bayam sama ayam goreng. Ayok cepat dimakan.
Keburu dingin sayurnya. Setelah makan langsung tidur siang.” Ucap mamahnya.
Nessa mengangguk mengerti dan langsung mengambil nasi, sayur bayam, dan
ayam goreng yang masih panas. Nessa melahap makanannya.
“Hmm…. Mamah yang terbaik!” Seru Nessa saat selesai mengunyah
makanannya.
Mamahnya hanya tertawa kecil mendengar ucapan anaknya sendiri. Setelah
Nessa makan, Nessa menaruh piringnya di wastafel untuk mencuci piring kotor. Ia
lalu pamit kepada mamahnya untuk masuk kamar dan tidur siang, Nessa menutup
pintu kamarnya dan loncat keatas kasurnya. Namun sebelum ia sempat menarik
selimut ia memutuskan untuk menulis diary tentang kegiatannya hari ini
yang cukup menyenangkan.
Halo Diary, hari ini,
rasanya sangat menyenangkan. Aku menjadi petugas upacara dan semuanya berjalan
lancar. Satu kelasku dibelikan es teh oleh bu Nifa. Sekolahku pulang cepat
karena semua guru ada rapat dadakan. Dan banyak sekali kegiatan seru dikelas. Bahkan,
aku dimasakkan oleh mamah makanan yang sangat kusuka! Terimakasih
mamah,papah,teman-teman, dan guru-guru tercintaku. Karen selalu bersikap baik
kepadaku dan sabar dengan sifatku yang cukup ngeselin.
YOU ARE MY HOME.
Nessa menutup buku diarynya, ia menarik selimutnya dan
memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kecapean karena banyak
sekali kegiatan yang dia lakukan selama seharian ini.
-END-
Penulis: Saffanah Rahiqatul Maktum
Sekolah: SMPIT Bina Amal
CP: 08-555-964-0657
Alamat: Semarang, Gajah Mungkur kec.Bendan Ngisor RT.01 RW.04 no.22
