- Diposting oleh : Humas Bina Amal
- pada tanggal : Mei 09, 2026
FYP | Menata Niat Mendidik Anak Bersama Kisah Nabi Ibrahim AS
PAUD IT Bina Amal 03 kembali mengadakan kegiatan KUANTUM (Kegiatan Orang Tua Mengaji). Mengambil inspirasi dari kisah Nabi Ibrahim AS, pertemuan kali ini mengajak para orang tua untuk menata ulang niat dalam mendidik anak serta memahami makna kurban yang sesungguhnya.
Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai “Bapaknya para Nabi”. Beliau dikaruniai keturunan di usia senja bukan sekadar untuk meneruskan garis keturunan, tetapi untuk melanjutkan ilmu dan kebaikan di muka bumi. Dari kisah beliau, kita belajar bahwa setiap doa orang tua pasti didengar oleh Allah, hanya saja jawabannya bisa berbeda-beda:
- Doa yang langsung dikabulkan sesuai harapan.
- Doa yang ditangguhkan, namun diganti dengan keselamatan, kebahagiaan, atau dijauhkan dari musibah.
- Doa yang disimpan sebagai pahala di akhirat kelak.
Dalam KUANTUM hari ini juga ditekankan bahwa Islam tidak hanya mengatur adab anak kepada orang tua, tetapi juga kewajiban orang tua kepada anak. Sering kali kita berharap anak menjadi kebanggaan atau pengangkat derajat keluarga, padahal harapan tertinggi seharusnya hanya digantungkan kepada Allah.
Niat terbaik orang tua adalah mendoakan anak agar menjadi penerus sujud dan dzikir yang kita amalkan setiap hari. Dengan niat tersebut, pahala jariyah akan terus mengalir bahkan ketika kita sudah tiada.
4 Cara Memuliakan Anak
-
Menjadi tempat yang nyaman dan aman
Pastikan anak merasa paling tenang saat bersama orang tuanya. -
Menjadi teladan
Memberikan contoh terbaik melalui sikap dan perbuatan sehari-hari. -
Memilih lingkungan belajar yang baik
Selektif dalam memilih guru dan tempat belajar bagi anak. -
Memberikan yang halal dan thayyib
Memastikan makanan, fasilitas, dan segala kebutuhan anak berasal dari sumber yang baik dan bersih.
Menjelang Idul Adha, materi hari ini juga mengingatkan bahwa kurban bukan sekadar menyembelih hewan dan membagikan daging. Hewan kurban menjadi simbol ego yang harus dikorbankan. Setiap keluarga diajak untuk turut “menyembelih” ego masing-masing demi meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
Karena itu, orang tua sangat dianjurkan untuk berkurban ketika memiliki kelapangan rezeki, sebagai bentuk memuliakan anak melalui nafkah yang halal dan terbaik, sebagaimana kita memilih hewan kurban yang terbaik pula.

.jpeg)